Friday, February 23, 2007

Materi Pelajaran : Kebudayaan Masa Pra-aksara

KEBUDAYAAN MASA PRAAKSARA


Masyarakat Praaksara adalah zaman bumi baru terbentuk sampai adanya masyarakat manusia. Namun, masyarakat manusia itu kebudayaannya belum mengenal tulisan.

A. Periodisasi praaksara berdasarkan Geologi

Arkaekum
Zaman ini terjadi sekitar 2500 juta tahun yang lalu. Belum ada kehidupan pada zaman ini karena kondisi Bumi yang masih belum stabil dan panas.
Paleozoikum
Zaman ini disebut juga zaman Primer dan terjadi sekitar 340 juta tahun yang lalu. Sudah ada kehidupan berupa makhluk bersel satu, beberapa jenis ikan, amphibi dan reptil. Kondisi bumi juga belum stabil dan masih agak panas.
Mesozoikum
Zaman ini sebut juga zaman Sekunder dan terjadi sekitar 140 juta tahun yang lalu. Kehidupan makin berkembang dengan munculnya reptil-reptil besar yang disebut Dinosaurus dan burung-burung yang besar. Tak heran zaman ini diberi julukan Zaman Reptil.
Neozoikum
Zaman ini disebut juga Kainozoikum dan terjadi sekitar 60 juta tahun yang lalu. Zaman ini terbagi dua masa, yaitu Zaman Tersier yang ditandai dengan munculnya binatang-binatang Mamalia dan Zaman Kuarter yang ditandai dengan munculnya beberapa jenis manusia purba. Zaman Kuarter terbagi lagi menjadi dua, yaitu Zaman Dilluvium (Pleistosin) yang disebut juga Zaman Es dan Zaman Alluvium (Holosin) yang ditandai dengan munculnya manusia.

B. Periodisasi praaksara berdasarkan Alat Kehidupan

Zaman Batu
Pada zaman ini manusia menggunakan batu sebagai alat-alat pemenuhan kebutuhan sehari-hari.
Zaman Paleolithikum
Zaman ini ditandai dengan penggunaan Kapak Genggam (Chopper) dari batu, alat-alat dari tulang, alat penusuk dari tanduk Rusa, dan mata tombak bergerigi. Di zaman ini manusia purba belum mempunyai tempat tinggal tetap (nomaden) dan masih mengumpulkan makanan dari berburu dan meramu (food gathering).
Zaman Mesolithikum
Zaman ini ditandai dengan penggunaan Kapak Pendek (Bache Courte) dari batu, kapak genggam Sumatera (Sumateralith) atau Pebble, sampah-sampah berupa kulit kerang (kjokkenmoddinger), dan goa tempat tinggal manusia purba (Abris Saus Roche). Di zaman ini manusia purba sudah agak menetap, seperti di goa-goa, dan sudah bercocok-tanam sederhana.
Zaman Neolithikum
Zaman ini ditandai dengan penggunaan Kapak Persegi, Kapak Lonjong dan Kapak Bahu. Di zaman ini kehidupan manusia purba sudah menetap dan mulai membuat sendiri bahan makanan (food producing).
Zaman Megalithikum
Zaman ini ditandai dengan bangunan-bangunan besar yang terbuat dari batu, seperti Kuburan Batu (Cipari), Sakrofagus (Bali), Waruga (Sulawesi), Meja Sesajen (Dolmen), Tugu Pemujaan (Menhir), dan Arca Pemujaan Batu. Di zaman ini kehidupan manusia purba sudah menetap dan memiliki aspek spiritualitas.

Zaman Logam
Pada zaman ini manusia sudah mengenal alat-alat kehidupan dari logam, namun batu masih dipergunakan.
Zaman Tembaga
Zaman ini menggunakan tembaga sebagai bahan pembuat alat-alat kehidupan sehari-hari kehidupan. Namun, ini tidak terjadi di Indonesia. Alat-alat dari Tembaga ini ditemukan di Semenanjung Malaya, Kamboja, Muangthai, dan Vietnam.
Zaman Perunggu
Zaman ini ditandai dengan penggunaan bahan perunggu yang dipergunakan untuk Kapak Corong atau Kapak Sepatu, mata tombak dan genderang dari Perunggu (Nekara), Candrasa, dan perhiasan-perhiasan dari perunggu. Pada masa ini sudah dikenal tehnik a cire perdue.
Zaman Besi
Zaman ini ditandai dengan penggunaan bahan besi yang dipergunakan untuk alat-alat kehidupan sehari-hari. Bijih besi dibentuk dengan cara dilebur dan dicetak dengan tehnik a cire perdue. Selain itu, ada dua tehnik lagi yang dikembangkan, yaitu bival dan bivalve.

C. Manusia Purba dan Para Penemunya

No.
Nama Penemu
Manusia Purba
Situs Penemuan

1.
Von Koenigswald
Meganthropus Paleojavanicus

2.
Eugene Dubois
Pithecanthropus Erectus
Desa Trinil, Jawa Timur
3.
Tjokrohandoyo & Duifjes
Pithecanthropus Mojokertensis
Desa Perning, Mojokerto dan Desa Sangiran, Surakarta
4.
Ter Haar, Oppernoorth, & Von Koenigswald
Homo Soloensis
Desa Ngandong, Blora, Jawa Tengah
5.
Van Reitschotten
Homo Wajakensis
Desa Wajak
6.
Theodore Verhoeven
Homo Florensis
Gua Liang Bua, NTT






D. Asal-Usul Ras Bangsa Indonesia

Menurut H. Kern dan Robert Heine von Geldern bangsa Indonesia berasal dari Yunan, Tiongkok Selatan. Nenek moyang ini pindah lebih dahulu ke sekitar Vietnam untuk kemudian berpindah lagi menuju kepulauan Nusantara dengan menggunakan Perahu Bercadik. Pindahnya nenek moyang ini karena dua hal, yaitu bencana alam dan serangan dari suku bangsa lainnya. Oleh karena itu, bisa dikatakan nenek moyang bangsa Indonesia memiliki ras Mongolid.

Gelombang pertama nenek moyang ini pindah pada sekitar tahun 1500 SM dan disebut Proto-Melayu. Mereka pindah melalui dua jalur, yaitu jalur darat masuk ke Sumatera dan jalur laut yang masuk ke Sulawesi setelah transit di Filiphina. Gelombang kedua pindah sekitar tahun 500 SM dan disebut Deutro-Melayu. Mereka pindah melalui jalur darat.

E. Harun Yahya dan Penentangan terhadap Teori Evolusi

Harun Yahya adalah nama pena dari Adnan Oktar, seorang peneliti dari Turki. Harun Yahya sangat menentang Teori Evolusi yang dikemukakan oleh Charles Darwin. Harun Yahya menemukan fakta-fakta bahwa klaim para pendukung Teori Darwin ternyata palsu. Sebagai gantinya, Harun Yahya mengemukakan Teori Penciptaan yang berisikan semua makhluk tidak ber-evolusi melainkan diciptakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

18 comments:

Anonymous said...

PAK.. KOK RUMIT BANGET...
kASIAN ANAK KITA ANAK ips
khan funlearning musti fun donk
belajar .. sambil kunjungin situs purbakala gitu kan fun

Anonymous said...

hai2
thx banget atas infonya
berguna jadi bahan tulisan ntar di presentasi
kalau ada info berharga lagi tentang zaman pembentukan bumi sampai munculnya kehidupan di Indonesia serta kepulauan Indonesia tolong mail ke allegrettoadage@plasa.com

Anonymous said...

pakkk
makasih ud bwt ringkasan kyk gini
saya terbantu

This is Elmyra!! said...

Saya seorang siswa SMP kelas 1 yg sedang mencari bahan untuk tugas makalah. Saya terbantu sekali dengan tulisan di blog ini, terimakasih

Pop1nD said...

makasihhhhh bgt

Anonymous said...

Tenkiuuu Banget Untung ktemu di saat sblom Ulangan Harian Besok

Anonymous said...

Thx banget ya!!!!!!!


Jdi bsa ngerjain pr bwt bsog......

Anonymous said...

bikin makalah jadi cepet hehehehe^_^

Anonymous said...

bikin makalah jadi cepet hehehehe^_^

nuel smp26 bks said...

makasih om blogger

Anonymous said...

thx bgt!! aku nak kls 1 smp, disuruh nyari tugas ini, thx udh nyelamatin hidupku! makasih juga ringkasannya enak bwt dibaca.

Anonymous said...

terima kasih!
karena ini,PR sejarahku udah selesai

Anonymous said...

makasih pak,nambah wawasan.jadi ngga dimarahin ibu kalo gini :D

Dea Deo said...

Sir, gelombang 2 berasal darimana?
.
.
.
thx for ur info... v^^

randy said...

Bagus untuk ulangan semester niee sebab pengetahuan yang kita baca terangsang keotak ::::'pokok nya
top abizzzz

reko said...

jenis-jenis manusia purba

Jenis Jenis manusia purba

randy said...

La Ode Abd Malik
Tempat Menghabiskan Waktu




a. Pithecanthropus Mojokertoensis, merupakan fosil manusia praaskara yang ditemukan oleh duyfjes dan koeningswald, di perning, mojokerto, tahun 1936. Fosil tersebut berupa tengkorak anak usia 6 tahun. Berdasarkan penelitian, fosil tersebut telah berumur 1, 9 juta tahun. Hasil penemuan tersebut diteliti ulang oleh De Tera dan Movius pada tahun 1938 dan memutuskan bahwa fosil tersebut merupakan fosil manusia praaksara yang tertua.

b. Meganthropus Paleojavanicus, meupakan hasil penelitian Von Koenigswald pada tahun 1941, di daerah Sangiran, Surakarta. Fosil tersebut menunjukkan kerangka tubuh manusia praaksara nerbadan besar tetpi tidak seberap tinggi (megan berarti besar). Meganthropus Paleojavanicus hidup sezaman dengan Pithecanthropus Mojokertoensis anmu tingkat kehidupannya lebih rendah (lebih primitif).

c. Pithecantropus Erectus, fosil manusia purba yg ditemukan oleh Eugen Dubois, pada tahun 1890 di desa trinil Ngawi Jawa TImur. Fosil tersebut berbentuk kerangka manusia yang menyerupai kera maka disebut Pithecantropus Erectus yang berarti manusia kera berjalan tegak dibandingkan dengan Pithecantropus Mojokertoensis, bentuk tubuh Pithecantropus Erectus lebih maju.

d. Homo Soloensis merupakan jenis fosil manusi praaksara yang ditemukan di lembah sungai Bengawan Solo, oleh Ter Haar dan Ir Oppenoorth pada tahun 1931 – 1934 di desa Ngandong kabupaten Blora . Setelah diteliti ileh von koenigswald, fosil tersebut tingkatannya lebih tinggi daripada Pithecantropus Erectus . mahkluk itu disebut Homo Soloensis, yang berarti manusia dari Solo.

e. Homo Wajakensis atau Homo Sapiens, merupakan jenis fosil manusia praaksara yg ditemukan oleh Eugene Dubois pada tahun 1889, di desa Wajak, dekat Tulungagung, Jawa Timur. Homo Wajakensis berarti manusia dari Wajak yang tingkatannya lebih tinggi dari Pithecantropus Erectus. Dari antara fosil-fosil lainnya. Homo Wajakensis merupakan yang termaju dan yang terakhir

Homo Wajakensis termasuk jenis Homo Sapiens, sebagian besar bertempat tinggal di Indonesia bagian barat, dan sebagian tinggal di wilayah timur. Yang bermukim di wilayah Indonesia bagian barat termasuk ras Mongoloid, sub ras Melayu – Indonesia. Sedangkan yang bermukim di wilayah Indonesia bagian timur termasuk ras Austromelanesoid. Homo Wajakensis mulai tinggal di Indonesia sejak 40.000 tahun yang lalu, dan sekaligus membuktikan bahwa sekitar 40.000 tahun yang lalu Indonesia telah di didiami oleh manusia sejenis Homo Sapiens.

Adapun hal-hal yang membedakan Pithecantropus Erectus dengan Homo Sapiens adalah sebagai berikut.

Pithecantropus memiliki cirri-ciri sebagai berikut.

a. Bentuk fisik dan wajahnya berbeda dengan manusia sekarang, termasuk tingkat kecerdasannya berbeda jauh.

b. Tingkat kehidupannya masih primitif, mata pencaharian utamanya adalah berburu dan meramu (memetik buah-buahan di hutan).

c. Hidup dalam kelompok-kelompok kecil dan selalu berpindah-pindah

Manusia yang termasuk Pithecanthropus Erectus adalah Pithecantropus Mojokertensis dan Meganthropus Paleojavanicus.

Sedangkan cirri-ciri Homo Sapiens adalah sebagai berikut.

a. Bentuk fisik dan wajahnya mirip manusia sekarang. Tingkat kecerdasannya lebih tinggi daripada Pithecantropus Erectus.

b. Tingkat kehidupannya lbih maju dari Pithecantropus Erectus, dan telah mengenal perladangan dengan sistem lading berpindah.

c. Hidupnya telah menetap dalam waktu agak lama sekitar 2 atau 3 masa panen baru berpindah.

d. Memiliki pralatan terbuat dari batu yang diasah halus, berbentuk beliung persegi, dan alat pemukul kulit kayu.

e. Hidup disekitar 40.000 tahun yang lalu.

Manusia praaksara yang termasuk Homo Sapiens adalah Homo Soloensis dan Homo Wajakensis. Homo Sapiens termasuk nenek moyang yang menurunkan ras-ras manusia sekarang ini.

Anonymous said...

trima kasih pak saya jadi terbantu untuk mengerjakan presentasi sejarah